Daylight
Saving Time?
Sabrie
Noer...Angers, 31 October 2011
Minggu
pagi, 30.10.2011 saya kaget menerima sms dari seorang teman “katanya mau ketemu
jam 9, saya sudah nunggu 30 menit!”. Saya heran, karena di jam waker saya saat
itu baru pukul 8.30. Saya balas, “janjiannya kan pkl 9, skrg baru 8.30?”.
Terus, teman saya itu balas lagi, “ha..ha..Anda jadi korban Daylight Saving
Time”, Bienvenue en France! Saya bingung! Kemudian, saya lihat jam di handphone
saya. Benar! Sekarang sudah pukul 9.40. QU’EST QUI CE PASSE? WHAT HAPPENED???
Membaca judul diatas, sekilas seperti judul film James Bond atau
tagline dari poster film ber-genre futuristik. Namun “Daylight Saving Times
(DTS)” atau Waktu Musim Panas, atau sering juga disebut British Summer Time di
Eropah, adalah sebuah istilah mengenai sistem merubah jam setempat menjadi maju
satu jam atau mundur satu jam dari jam normal. Hal ini dilakukan karena adanya
perbedaan yang sangat mencolok antara siang dan malam di daerah Eropa dan
Amerika Utara saat memasuki musim dingin. Untuk menyesuaikan dengan perbedaan
waktu atau cuaca tersebuat, maka para ahli perwaktuan menyepakati melakukan
perubahan jam sebanyak dua kali dalam setahun yaitu saat memasuki musim panas
dan ketika memasuki musim dingin. Khusus untuk Perancis dan beberapa negera
Eropah lainnya, memasuki musim dingin tahun ini, DTS ditetapkan pada tanggal 30
Oktober mulai pukul 00.00. Jadi, saat jam (digital) sampai pada detik 23:59:59
otomatis berubah menjadi pukul 01:00:00. Jadi hari itu hanya memiliki 23 jam
dalam sehari. Nanti diawal musim panas, jamnya kembali waktu normal alias
dikurangi satu jam sehingga satu hari itu memiliki total waktu 25 jam. Ide
waktu musim panas pertama kali dicoba oleh Pemerintah Jerman pada Perang Dunia
I pada 30 April dan 1 Oktober 1916. Hal ini tentu tidak terjadi di negara kita sebab lama antara waktu
siang dan malam hampir sama sepanjang tahun karena Indonesia berada di lingkar
khatulistiwa.
NB: Kalau saja berlaku di Indonesia, mungkin harus ada petugas khusus
untuk memanjat dan mengakurkan waktu pada Jam Gadang, Bukit Tinggi dua kali
dalam setahun. Nambah-nambah kerjaan...he.he..
No comments:
Post a Comment