| Angers, France - Autumn 2011 |
MERANTAU
Sabrie Noer
Dari rumah tua berpapan punak
Bertudung galang kayu Meranti
dan sebelah tingkap tergajai
“Anak lelaki harus pergi”, kata Emak.
Dan...kaki kecil ku kaku menapak
Di tanah merah pakis bergambut
Diujung kuala Sungai Suak
Berbaris busut setelah surut
.....
Senja itu
Ku lepaskan tali perahu
Ke muara tak bertuan aku menuju
Tinggalkan harum api-api
Lepaskan dekap anak-istri
Maka pecahlah buih ... memutih
Disinilah aku kini
Terperangkap angkuhnya gedung-gedung
Dan parfum Perancis yang menusuk hidung
Saat rindu membumbung
Saat derai gerimis ... menangis
Terngiang kata bijak Imam Syafi’i ...
“... Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di
kampong. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri
orang. Merantaulah, kau akan dapat pengganti dari kerabat dan kawan.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir
menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang. Singa jika tak
tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tidak
tinggalkan busur tak akan kena sasaran. Bijih emas bagaikan tanah biasa
sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika
tetap didalam hutan. Berlelah-lelahlah! Manisnya hidup terasa setelah lelah
berjuang...”
Disinilah aku kini
Terlempar jarak semesta
Ke sepertiga belahan dunia
Merantau ...
No comments:
Post a Comment