Tuesday, December 6, 2011


Angers, France - Autumn 2011
MERANTAU
Sabrie Noer


Dari rumah tua berpapan punak
Bertudung galang kayu Meranti
dan sebelah tingkap tergajai
“Anak lelaki harus pergi”, kata Emak.

Dan...kaki kecil ku kaku menapak
Di tanah merah pakis bergambut
Diujung kuala Sungai Suak
Berbaris busut setelah surut

.....

Senja itu
Ku lepaskan tali perahu
Ke muara tak bertuan aku menuju
Tinggalkan harum api-api
Lepaskan dekap anak-istri
Maka pecahlah buih ... memutih

Disinilah aku kini
Terperangkap angkuhnya gedung-gedung
Dan parfum Perancis yang menusuk hidung
Saat rindu membumbung
Saat derai gerimis ... menangis

Terngiang kata bijak Imam Syafi’i ...
“... Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampong. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapat pengganti dari kerabat dan kawan. Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran. Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika tetap didalam hutan. Berlelah-lelahlah! Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang...”

Disinilah aku kini
Terlempar jarak semesta
Ke sepertiga belahan dunia

Merantau ...

No comments: